Bismillah. Ada …

Bismillah.
Ada sebuah kisah nyata seorang pemudi. Dia menceritakan tentang penderitaan yang dialaminya. Dia bercerita demikian :

Sudah ada beberapa orang yang melamarku. Usiaku masih tergolong belia. Ibuku bersikeras agar aku tidak menikah terlebih dahulu sampai aku menyelesaikan studiku. Para pelamar adalah termasuk orang-orang yang baik dalam beragama dan istiqomah, yang tentunya selalu dinanti-nanti oleh setiap gadis yang istiqomah. Namun ibuku menolak mereka tanpa mengonfirmasikannya terlebih dahulu padaku.
Parahnya, ibuku sendiri justru memprovokasiku untuk tidak menerima lamaran tersebut dan terus meyakinkanku bahwa studi itu lebih penting. Lalu aku pun menyetujui ide ibu secara lahiriyah, karena rasa maluku tidak bisa untuk mengatakan hal yang bertentangan dengan keinginan ibu. Lalu, aku pun lulus SMU, dan akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahku. Setelah itu tidak ada yang melamarku kecuali sedikit sekali, dan mereka pun orang yang tidak aku harapkan. Karena mereka orang yang lemah agamanya, begitu pula akhlak mereka. Kemudian jadilah aku memasuki pusaran sosial yang penuh dilema dan penderitaan jiwa. Aku selalu mencoba membela diriku ketika aku melayangkan pandangan kepada ibuku dengan pandangan sarat kebencian, yaitu setiap kali aku teringat sikap ibuku yang menyebabkan kehidupan sosialku menjadi hancur berantakan. Meskipun aku tahu bahwa sikapku ini merupakan suatu bentuk kedurhakaan….

Sebuah akhir kehidupan yang sama-sama tidak kita harapkan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini

Wallahu ‘alam

Sumber

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s